Selasa, 12 Maret 2019

Daur Hidup Hewan

DAUR HIDUP HEWAN


Setiap hewan memiliki daur hidup yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Coba perhatikan ayam yang berkembang biak dengan bertelur dibawah ini !
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4YhY78Wm570oSbOyrx_VX0ge_nXiC53kxhiBxn_7rDyRDrVENRiL7J9QUAWnd38mFr922vKvJVyfxUuFrDeraQur7EIWaFnmPwZQocwfDp-_8tB11YKubaEkbC1WE0IqBbxsaxskJy25k/s200/ayam2.jpg
Telur ayam jika menetas akan menghasilkan anak ayam. Bentuk anak ayam yang baru menetas sama seperti induknya,  tetapi ukurannya lebih kecil. Begitu pula halnya dengan burung. Hal ini berbeda dengan kupu-kupu, nyamuk, dan katak. Bentuk anak hewan-hewan tersebut berbeda dengan induknya. Ini merupakan perkembangan tanpa metamorforsis.

Daur hidup adalah seluruh tahapan pertumbuhan makhluk hidup. Pada hewan, daur hidup dimulai dari telur sampai dewasa yang mengalami perubahan bentuk tubuh dalam pertumbuhannya, perubahan bentuk hewan ini disebut metamorfosis. Dalam daur hidupnya, tidak semua hewan mengalami metamorfosis. Metamorfosis dibedakan menjadi dua macam. 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpko2-vBYSS99EcHhdY_h4kv_3xGUkqwsg1oB4MjHsKR4DF25RVxnMe1Vx12RkPEPN_1Q7N4tRy4wO8a9a9Z4YSNffJCu-F-nVxZ4Sp_9M4kkAfkHJSEIz4oo4X8RbeBtwPFrH98MA36iX/s400/Untitled.png

1.    METAMORFORSIS SEMPURNA
Bentuk tubuh HEWAN MUDA yang mengalami metamorfosis sempurna BERBEDA dengan bentuk DEWASANYA (IMAGO). Serangga merupakan salah satu hewan yang mengalami metamorfosis sempurna selalu melalui tahap kepompong. Tahapan metamorfosis sempurna adalah :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyuhd4lQ17tMlQaawF2W4wtNT9L6TUoRh2FiXSwPF_QdBK38gSzjFAZdUufSmcqhSsTpRs-s8a95fhp1FEALGSlkqzR1-Ct-llb5cgFINJyBAqx44JjJzX-r-sV1PMXqUW8xhi6nj687_U/s320/semp.png

a.    Kupu – Kupu
Daur hidup kupu-kupu dimulai dari telur yang kemudian akan menetas menjadi ulat. Ulat-ulat ini memakan dedaunan sehingga tubuhnya menjadi besar. Setelah itu, ulat akan membuat kepompong (pupa) dari air liurnya yang akan mengeras membentuk benang-benang. Ulat membungkus tubuhnya dengan benang-benang tersebut membentuk kepompong. Pada saat menjadi kepompong, kupu-kupu berhenti makan dan tidak bergerak. Akan tetapi, dia tidak mati. Pada tahap kepompong inilah perlahan-lahan tubuh ulat berubah menjadi makhluk hidup dengan bentuk baru yaitu kupu-kupu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqwU2yaOZB_Wp4HzxDxeX1DE9Gg-IhfJI-b5junVzQxBc2uOqi8vm-f5cFtCQvw_7R9LAJUZOPDYr1YBBYGh8w64Uj_HWD75T1SG9c1ECQby83MQwXyf1CONQhOXm0GSnB8hixiUdr66A_/s400/DAUR2.GIF
b.    Nyamuk
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgteYwkHhD3UuYz8xE7hVLxqMoOaodlm-z587i7RNsOshlstD8q35nRO2YBuUaUjrRnKqYMOL7KoCz7KqfwR6fInn8wIURbVnLmT1RinLKOGsqm1ey5by85mjT23Ff0GSylm5iHJ5MLj5KH/s320/Untitled2.png
Gambar dauh hidup nyamuk
Nyamuk berkembang biak diawali dengan bertelur dan sering kita jumpai di permukaan air yang menggenang. Telur nyamuk akan menetas menjadi larva. Larva nyamuk sering disebut jentik-jentik atau tempayak. Larva nyamuk lebih banyak menghabiskan waktunya untuk makan. Tahap selanjutnya, kegiatan larva semakin berkurang dan berubah menjadi kepompong atau pupa. Setelah beberapa saat, pupa berubah menjadi nyamuk dewasa.

c.    Katak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtOoVFubH3VkqAO09lBLdbHqN-z3D60Va_yJPxxW0Wp6ZE3k5XHBwBwtAhTylAqrLbOG9BdlfMRCVX3lczYyFUhjxaHepJb0Hfc2ejuxaSIEuccGkK5X68a24nTB-KMGuOcMjtlZdWU9iL/s1600/met.katak.JPG
Gambar metamorforsis katak
Katak disebut sebagai amfibi karena hidup di dua alam yaitu di darat dan air. Perkembang biakannya diawali dengan bertelur dan mengalami metamorfosis. Akan tetapi, berbeda dengan kupu-kupu atau nyamuk. Katak bertelur di dalam air. Telurnya berlendir sehingga terlihat seolah-olah melekat satu sama lain. Telur akan berubah menjadi berudu (kecebong). Kecebong hidup di dalam air dan bentuknya menyerupai ikan. Selanjutnya, tumbuh sepasang kaki belakang dan kaki depan. Ekor kecebong semakin pendek seiring pertumbuhan kaki, serta ekor kecebong akan menyusut dan akhirnya menghilang. Kecebong akan berubah menjadi katak muda dan terus tumbuh menjadi katak dewasa hingga tidak berekor lagi.

d.    Lalat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJRMiGas7ArdoyWGnhqVscrRGjZVIk9GKiDfSA55fjNCuMfq350dFhcI_5Ya4pvC62_1xv1up-lCumT0ct7BsL56_xA8OlvcWF5Neoa_0TmL4AapYFlzyX1zyxCTmU2mERUW1tYihWPWM-/s320/Untitled4.png
Gambar daur hidup lalat
Lalat adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Lalat banyak dijumpai ditempat-tempat kotor. Telur lalat akan menetas menjadi belatung (larva) yang mirip dengan cacing yang kecil dan berwarna putih. Belatung akan merayap untuk mencari makanannya yang berupa sisa makanan atau bangkai yang membusuk. Belatung selanjutnya akan berubah menjadi pupa (kepompong). Setelah 4–6 minggu lalat akan bertelur lagi.

e.    Kumbang
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYrmf6h-83nlelW9YflRoERpaLlga9e6rH-oVppcPxC8aTdtWruCX-hswN6urDIpKYwdGMurLxavQ1IyeLBAWM_8E3lws7KQT97hobAKkvcV-uz3ksFtDVh4s-KaUq5LI0E3ojTQVpGWzV/s320/kumbang.png
Gambar metamorforsis kumbang
Kumbang juga berkembang biak dengan cara bertelur. Telur kumbang dapat kita jumpai di gorong-gorong tanah. Telur kumbang akan menetas menjadi larva yang dapat bergerak di dalam gorong-gorong tanah untuk mencari makanan. Selanjutnya, larva berubah menjadi kepompong (pupa). Akhirnya, kepompong akan berubah menjadi kumbang dewasa yang bertelur lagi untuk memulai daur hidup baru.

2.    METAMORFORSIS TIDAK SEMPURNA
Pada saat menetas hewan yang mengalami metamorforsis tidak sempurna bentuk hewan mudanya mirip dengan induk atau tidak jauh berbeda dengan saat dewasanya. Perkembangan hewan yang mengalami metamorforsis sempurna yaitu :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi65-4LI_LSK9VjmzuJx_u4b1JiDu4Z_-WnDJHqivZ1UD9yjpa933JudDea_VBIziHbUQxKgqnnQ_VYgH01w76n4FtFdAVpZraBCUurhX1Xpo2pJyNXE0Xh_0ymZZ8PTf25BTvTKMxgeqZJ/s320/tdksemp.png

a.    Kecoak
    
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrXS2QEyn7NcQidcfJrQmaY5T8Z31ZFMgk9KNFu9AIPlYW9Yz_Tg7RM4LYdhwY13nmVuPgr_iMS_v2tPegMlrjA5VqxoMgp7Irx76M_6srheCocpoIJXg5pmPEI-nq6cdRY-rMykWRbwyF/s320/daur4.gif
Metamorforsis kecoak
Metamorfosis kecoak merupakan metamorfosis tidak sempurna yang tidak melalui tahap kepompong. Perberkembang biakannya diawali dengan bertelur yang kemudian akan menetas menjadi nimfa (muda). Selanjutnya, kecoak muda berubah menjadi kecoak dewasa yang bersayap.


b.    Belalang
           
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNl6u6u5Rgea-zXD3o_xQpCS5KaZzXndfqUbil2FChTzEKYULm46cvK0X1ECuFxbiDE_ZbsUI0DZUqWypyB52Sf1qnRg882K4WiXIyyMKQjzezzmLrqSA2euZYUtkAjeL-9b_56HDOnY7k/s200/arthopoda17.jpg
Metamorforsis belalang
Proses bertelur pada belalang memakan waktu 3-4 hari hingga semua telur dikeluarkan. Biasanya belalang betina meletakkan telurnya pada tanah atau tumbuhan tertentu. Telur yang menetas kemudian menjadi nimfa yaitu belalang muda tak bersayap namun memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan induknya. Proses nimfa umumnya berlangsung selama 25-40 hari. Nimfa kemudian mengalami pergantian kulit terakhir sehingga menghasilkan belalang dewasa yang bersayap.
Urutan daur hidup belalang : telur - nimfa - belang muda - belalang dewasa.
c.    Capung
Metamorfosis capung
Daur hidup capung
Capung betina biasanya meletakkan telurnya pada tumbuhan yang hidup di air. Telur capung diselimuti dengan lendir. Telur tersebut akan berubah menjadi larva setelah dua hari sampai satu minggu. Larva kemudian menjadi nimfa yang hidup di air. Nimfa adalah salah satu predator yang memangsa anak ikan juga berudu. Setelah lepas dari fase nimfa, capung akan keluar dari kulit nimfa. Kemudian capung muda tersebut hidup di daratan menjadi hewan yang sempurna dan dewasa. Metamorfosis capung tidak melalui tahap kepompong, maka hewan ini dikategorikan mengalami metamorfosis tidak sempurna. 
Urutan daur hidup capung : telur - nimfa - capung muda - capung dewasa.
d.    Jangkrik
Jangkrik betina biasanya meletakkan telurnya di dalam pasir. Telur jangkrik menetas berupa anak jangkrik atau nimfa. Pada fase nimfa terjadi pergantian kulit sebanyak 6-8 kali. Setelah ganti kulit yang terakhir, nimfa akan menjadi jangkrik dewasa. 
 Urutan daur hidup jangkrik : telur - nimfa - jangrik dewasa.







e.    Tonggeret /Jangkrik Pohon (Cicada)
Siklus hidup Tonggeret / Cicada

Tonggeret (Cicada) adalah sejenis serangga dari ordo Hemiptera dan subordo Auchenorrhyncha, memiliki mata berukuran besar yang terpisah jauh satu sama lain di kepalanya.  Ia juga memiliki sayap transparan dan bergurat-gurat.
Ada sekitar 2.500 spesies tonggeret di seluruh dunia dan banyak diantara mereka belum diklasifikasikan sampai saat ini.  Secara umum, tonggeret hidup di iklim tropis.  Tonggeret paling mudah dikenali karena memiliki ukuran yang besar dan suara yang unik.
Mereka umumnya dimakan burung.  Sejumlah spesies tonggeret juga memiliki mekanisme pertahanan diri tidak lazim yang disebut dengan predator satiation.  Caranya, mereka muncul ke permukaan secara sekaligus sehingga jumlah mereka di sebuah kawasan melebihi jumlah yang bisa disantap pemangsa.
Teknik itu akan membuat pemangsanya menjadi kekenyangan dan membiarkan tonggeret yang masih tersisa berkembang biak dengan aman.
Mereka tinggal di tanah sebagai nymph atau hewan muda yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan berada di kedalaman sekitar 30 -250 cm di dalam tanah.  Para nymph mengkonsumsi cairan akar tanaman dan memiliki kaki depan yang kuat untuk menggali.
Pada tahap akhir masa hidup sebagai nymph dan kemudian tumbuh menjadi tonggeret dewasa, mereka membuat jalan keluar dari tubuh kanak-kanak dengan menyobek tubuh sendiri, lalu keluar.  Tubuh bekas bagian luar tetap menggantung, umumnya di batang pohon tempat tinggal mereka sebelumnya.
Setelah tumbuh dewasa, tonggeret memiliki ukuran 2-5 cm.  Beberapa spesies tropis bisa tumbuh hingga mencapai panjang 15 cm
f.     Rayap (Clyptotermes sp)
Siklus hidup Rayap
Rayap merupakan hewan yang hidup di kayu. Hewan ini juga diketahui akan melalui perubahan instar sebelum dewasa. Pada saat dewasa hewan rayap barulah siap untuk bereproduksi. (file terpisah)



g.    Kutu Daun
Pada hewan kutu daun seringkali dianggap sebagai hama yang merusak daun. Hewan ini juga akan melalui masa molting dimana akan terjadi perubahan perkembangan dari sebagian organ. (file terpisah)
h.    Anggang – Anggang (Lymnoganus sp)
Hewan anggang – anggang merupakan hewan indikator air bersih. Anggang – anggang memiliki ciri khas kaki yang panjang yang dapat berdiri di air. Air dengan kualitas yang baik akan memiliki tekanan air yang baik. Hewan ini akan melalui molting sebelum dewasa. (file terpisah)
i.      Walang
Walang merupakan hewan yang banyak dianggap hama. Hewan ini juga akan mengalami perubahan tiga fase mulai dari telur hingga dewasa.
j.      Kepik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcAEikH3qUPSSOktgN8QCaT9gO2qh6Cdhq8oh43-uDZTbnF6EauS8R5JS1IkAptCGzF57VpVGmO1JHp-kztPMt2htZBQgVXYf1qAd50eT5CR-fdKhu-8CeF3VOWMKzanLgeOvNQVqp3kQ/s320/kepik.JPG
Daur hidup kepik (klik untuk memperbesar gambar)

Kepik mengalami metamorfosis tidak sempurna. Anak kepik yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukurannya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini dikenal dengan nama nimfa. Nimfa kepik ini kemudian melakukan pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi imago (dewasa) tanpa melalui fase kepompong.






Metamorphosis Sempurna
1.    Kupu-Kupu
2.    Ngengat
3.    Nyamuk
4.    Lalat
5.    Lebah / Tawon
6.    Undur-undur
7.    Semut
8.    Kutu Rambut
9.    Katak
10.  Kumbang

Metamorfosis Tidak Sempurna
1.    Belalang / Walang
2.    Jangkrik
3.    Kecoa
4.    Rayap
5.    Kepik
6.    Capung
7.    Tonggeret
8.    Lembing
9.    Kutu Daun
10.  Anggang-Anggang
Load disqus comments

0 komentar